Tugas Seorang Inventory Analyst
Rabu, 24 September 2025
Hai sobat 👋, Inventory Analyst punya peran yang cukup luas karena ada di tengah-tengah supply chain, procurement, operation, dan finance. Aku breakdown biar jelas:
📌 Tugas Seorang Inventory Analyst
1. Data Management & Monitoring
- Mengumpulkan, membersihkan, dan menganalisa data transaksi (pembelian, pemakaian, stock on hand, backlog).
- Membuat dashboard / report harian, mingguan, bulanan (stock level, aging, fast moving vs slow moving, dead stock).
- Memantau lead time aktual vs lead time plan.
- Tracking backlog & outstanding PO.
2. Forecasting & Demand Planning
- Menganalisa pola pemakaian parts (fast, slow, critical).
- Mengidentifikasi outlier (spike order, special order, seasonal).
- Membuat estimasi kebutuhan parts (short-term & long-term).
- Bekerja sama dengan tim sales / operation untuk menyesuaikan demand plan dengan realitas lapangan.
3. Safety Stock & Replenishment
- Menentukan safety stock berdasarkan demand, lead time, criticality, dan kebijakan perusahaan.
- Menghitung reorder point (ROP) → kapan harus pesan ulang.
- Mengecek balance antara overstock (biaya tinggi) vs stockout (resiko downtime unit/customer kecewa).
- Menetapkan minimum stock & maximum stock policy.
4. Inventory Optimization
- Melakukan analisa ABC/XYZ (berdasar value, frequency, criticality).
- Mengidentifikasi excess stock, slow moving, dan dead stock.
- Memberikan rekomendasi disposal, transfer antar branch, atau stop stocking.
- Mengusulkan perubahan policy (misalnya MOQ, buffer %).
5. Operational Support
- Menjadi penghubung antara gudang, procurement, supplier, dan tim operasional.
- Menyediakan feedback ke branch/cabang terkait ketersediaan part.
- Support project planning (misal overhaul, shutdown, campaign unit besar).
- Monitoring fill rate & OTIF supplier.
6. Reporting & Improvement
- Membuat laporan KPI inventory (service level, inventory turn, aging stock).
- Mengusulkan perbaikan proses (misalnya memperbaiki akurasi forecast, mengurangi lead time, optimasi buffer).
- Melakukan root cause analysis ketika terjadi stockout / overstock.
- Memberikan insight ke manajemen untuk pengambilan keputusan (misalnya investasi stock strategic vs stock reguler).
7. Risk Management
- Menandai critical part yang menyebabkan downtime bila kosong.
- Menyiapkan mitigasi risiko supply disruption (supplier delay, import restriction, transport issue).
- Mengatur balancing antara cabang (stock transfer).
🧠Singkatnya:
Inventory Analyst = detektif + penjaga keseimbangan.
Tugasnya mendeteksi pola, mencegah masalah (stockout / overstock), dan menjaga agar inventory tetap optimal: tidak kebanyakan, tapi juga tidak kekurangan.
Mau aku bikinkan juga contoh daily/weekly task list seorang inventory analyst biar lebih kelihatan aktivitas rutinnya? Check this out di materi selanjutnya !